Senin, 11 April 2011

Sahabat Pemeti Janji Surga : 1. Abu Bakar Ash Shiddiq ra

Orang pertama dari sepuluh orang yang diberi kabar gembira adalah Abu Bakar ash Shiddiq ra. Nama aslinya adalah Abdullah bin Abu Quhafah. Beliau selalu menemani Nabi SAW semenjak masuk Islam sampai Nabi SAW wafat. Kaum muslimin sepakat dengan memberi beliau julukan Ash Shiddiq, karena beliau bersegera membenarkan Rasulullah SAW dan senantiasa jujur hingga wafatnya.

Ketika ada seorang wanita datang kepada rasulullah SAW, beliau menyuruhnya mendatangi Abu bakar ra. Wanita itu mengatakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana nanti seandainya aku datang dan tidak lagi menjumpai engkau?” Seolah-olah wanita itu mengatakan, bagaimana nanti jika Rasulullah wafat. Rasulullah SAW menjawab, “ Apabila engkau tidak menjumpaiku, datanglah kepada Abu Bakar.”

Mari kita kenali lebih lanjut sifat apa saja yang menjadikan beliau mendapat kabar gembira yang sedemikian besar.

Sosok yang Sangat Takut Kepada Allah

Mungkin kita akan saling bertanya-tanya, bagaimana mungkin Abu Bakar Ash Shiddiq tidak berhak masuk surga Allah dan mendapatkan kabar gembira seperti itu, sementara beliau adalah seorang yang sangat takut kepada Allah?

Simaklah perkataan Abu Bakar Ash Shiddiq ini:
“Aku ingin seandainya aku hanya berupa sehelai rambut di rusuk hamba yang beriman”.
Umar Ibnul Khaththab pernah menemui beliau, pada waktu itu beliau sedang menarik-narik lidahnya. Umar ra pun berkata kepadanya,” Ada apa ini? Semoga Allah mengampunimu!!”
Kemudian Abu Bakar menjawab “Sesungguhnya inilah yang menggiringku ke neraka”.

Sosok yang Juhud dan Wara

Para penulis perjalanan hidup para sahabat menceritakan, suatu ketika budak Abu Bakar ra datang membawa makanan, lalu Abu Bakar ra pun makan sesuap, kemudian budak itu berkata:
“Biasanya engkau selalu bertanya padaku, dari mana makanan ini, tetapi mengapa mala mini engkau tidak menanyakan?”

Abu Bakar ra menjawab;”Rasa lapar membuatku lupa menanyakannya. Dari mana makanan ini?” Budak itu menjawab,” Aku melewati suatu kaum, lalu aku meruqyah mereka dengan cara jahiliyah. Setelah itu mereka menjamuku dan memberiku makanan ini,”
Abu Bakar ra berkata,”Celakalah engkau, hampir saja engkau membinasakan aku!” Kemudian beliau memasukan jarinya ke tenggorokannya dan berusaha memuntahkan makanan itu, namun tidak berhasil.

Beliau pun diberitahu, “ makanan itu tidak akan keluar kecuali dengan meneguk air,”
Segera beliau meminum dan berusaha memuntahkan hingga berhasil mengeluarkannya. Melihat perbuatan Abu Bakar ra itu, seseorang mengatakan kepada beliau,”Semoga Allah merahmatimu. Ini semua gara-gara satu suapan makanan.”

Abu Bakar menanggapi,”Seandainya makanan tadi tidak keluar kecuali bersama nyawaku, maka aku akan tetap mengeluarkannya.”

1 komentar: