Orang pertama dari sepuluh orang yang diberi kabar gembira adalah Abu Bakar ash Shiddiq ra. Nama aslinya adalah Abdullah bin Abu Quhafah. Beliau selalu menemani Nabi SAW semenjak masuk Islam sampai Nabi SAW wafat. Kaum muslimin sepakat dengan memberi beliau julukan Ash Shiddiq, karena beliau bersegera membenarkan Rasulullah SAW dan senantiasa jujur hingga wafatnya.
Ketika ada seorang wanita datang kepada rasulullah SAW, beliau menyuruhnya mendatangi Abu bakar ra. Wanita itu mengatakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana nanti seandainya aku datang dan tidak lagi menjumpai engkau?” Seolah-olah wanita itu mengatakan, bagaimana nanti jika Rasulullah wafat. Rasulullah SAW menjawab, “ Apabila engkau tidak menjumpaiku, datanglah kepada Abu Bakar.”
Mari kita kenali lebih lanjut sifat apa saja yang menjadikan beliau mendapat kabar gembira yang sedemikian besar.
Sosok yang Sangat Takut Kepada Allah
Mungkin kita akan saling bertanya-tanya, bagaimana mungkin Abu Bakar Ash Shiddiq tidak berhak masuk surga Allah dan mendapatkan kabar gembira seperti itu, sementara beliau adalah seorang yang sangat takut kepada Allah?
Simaklah perkataan Abu Bakar Ash Shiddiq ini:
“Aku ingin seandainya aku hanya berupa sehelai rambut di rusuk hamba yang beriman”.
Umar Ibnul Khaththab pernah menemui beliau, pada waktu itu beliau sedang menarik-narik lidahnya. Umar ra pun berkata kepadanya,” Ada apa ini? Semoga Allah mengampunimu!!”
Kemudian Abu Bakar menjawab “Sesungguhnya inilah yang menggiringku ke neraka”.
Sosok yang Juhud dan Wara
Para penulis perjalanan hidup para sahabat menceritakan, suatu ketika budak Abu Bakar ra datang membawa makanan, lalu Abu Bakar ra pun makan sesuap, kemudian budak itu berkata:
“Biasanya engkau selalu bertanya padaku, dari mana makanan ini, tetapi mengapa mala mini engkau tidak menanyakan?”
Abu Bakar ra menjawab;”Rasa lapar membuatku lupa menanyakannya. Dari mana makanan ini?” Budak itu menjawab,” Aku melewati suatu kaum, lalu aku meruqyah mereka dengan cara jahiliyah. Setelah itu mereka menjamuku dan memberiku makanan ini,”
Abu Bakar ra berkata,”Celakalah engkau, hampir saja engkau membinasakan aku!” Kemudian beliau memasukan jarinya ke tenggorokannya dan berusaha memuntahkan makanan itu, namun tidak berhasil.
Beliau pun diberitahu, “ makanan itu tidak akan keluar kecuali dengan meneguk air,”
Segera beliau meminum dan berusaha memuntahkan hingga berhasil mengeluarkannya. Melihat perbuatan Abu Bakar ra itu, seseorang mengatakan kepada beliau,”Semoga Allah merahmatimu. Ini semua gara-gara satu suapan makanan.”
Abu Bakar menanggapi,”Seandainya makanan tadi tidak keluar kecuali bersama nyawaku, maka aku akan tetap mengeluarkannya.”
Senin, 11 April 2011
Sabtu, 09 April 2011
Saha Eta Saha.. Who am I?
Who am i?
Nama saya imam sartono hadi wijaya, anak kesembilan dari Sembilan bersaudara (bungsu). Keluarga besar, maklum listrik telat masuk desa saya. Waktu saya kecil saja masih pake lampu petromak sama lampu yang pake minyak tanah (damar). Saya lahir dari pasangan bapak dan ibu saya. Lahir pada 12 september 1990 di indramayu, tepatnya desa wanguk blok lonyod kecamata anjatan.
Imam kecil termasuk anak yang rajin, terutama rajin memanen hasil kebun orang, sampe dikejar-kejar pake parang (unforgettable moment). Saya bahagia dengan masa kecil saya tapi mungkin tidak dengan orang tua yang hidup pada masa itu. Saya bermain di sawah, di kebun, d pekarangan. Setelah di pakai bermain, sawah , kebun, dan pekarangan terancam gagal panen. Permainan yang nge-tren pada masa itu diantaranya kasti, glatikan, ucing sumput, wah masih banyak banget. Tapi anak kecil sekarang sudah tidak bermain permainan itu lagi. Salah saya yang tidak mewariskan atau salah perkembangan zaman?
Sekolah pertama saya adalah SD Negeri 1 Kedungungu. Saya langsung SD lho, gara-garanya belum ada TK. Sedih. Kemudian lanjut ke SMP Negeri 1 Anjatan. Masuk SMP pada waktu itu pake tes, bikin gak enak ati aja. Terus berlanjut ke SMA Negeri 24 Bandung. Sekarang sedang menempuh pendidikan demi menempuh hidup baru di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
Hobi saya adalah olahraga, sepak bola, basket, voli, dll. Cenah (kata orang), saya orang yang pendiam. Karena kalau saya banyak ngomong biasanya nyakitin. Maaf yang telah tersakiti. Tidak banyak bertindak juga. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa saya orangnya talk less do less. Positive thinking, I’ll change it. Saya suka perubahan. Kemudian Saya tidak suka dikibuli, jadi saya berusaha untuk jujur, karena orang lain pun sama dengan saya, tidak ingin dibohongi. Then,Sederhana karena keadaan, tapi saya benar-benar suka hidup sederhana. Gak suka gengsi-gengsian. Saya suka mempunyai banyak teman, tapi kadang malu untuk memulainya. Saya suka sesuatu yang lucu, make a joke, yang rame pokoknya.
I have a dreammm.. menjadi kepala negara atau daerah, kalau enggak kepala keluarga aja deh, yang bisa jadi suri tauladan bagi yang lain. .
that's it, a little bit about me..
Nama saya imam sartono hadi wijaya, anak kesembilan dari Sembilan bersaudara (bungsu). Keluarga besar, maklum listrik telat masuk desa saya. Waktu saya kecil saja masih pake lampu petromak sama lampu yang pake minyak tanah (damar). Saya lahir dari pasangan bapak dan ibu saya. Lahir pada 12 september 1990 di indramayu, tepatnya desa wanguk blok lonyod kecamata anjatan.
Imam kecil termasuk anak yang rajin, terutama rajin memanen hasil kebun orang, sampe dikejar-kejar pake parang (unforgettable moment). Saya bahagia dengan masa kecil saya tapi mungkin tidak dengan orang tua yang hidup pada masa itu. Saya bermain di sawah, di kebun, d pekarangan. Setelah di pakai bermain, sawah , kebun, dan pekarangan terancam gagal panen. Permainan yang nge-tren pada masa itu diantaranya kasti, glatikan, ucing sumput, wah masih banyak banget. Tapi anak kecil sekarang sudah tidak bermain permainan itu lagi. Salah saya yang tidak mewariskan atau salah perkembangan zaman?
Sekolah pertama saya adalah SD Negeri 1 Kedungungu. Saya langsung SD lho, gara-garanya belum ada TK. Sedih. Kemudian lanjut ke SMP Negeri 1 Anjatan. Masuk SMP pada waktu itu pake tes, bikin gak enak ati aja. Terus berlanjut ke SMA Negeri 24 Bandung. Sekarang sedang menempuh pendidikan demi menempuh hidup baru di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
Hobi saya adalah olahraga, sepak bola, basket, voli, dll. Cenah (kata orang), saya orang yang pendiam. Karena kalau saya banyak ngomong biasanya nyakitin. Maaf yang telah tersakiti. Tidak banyak bertindak juga. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa saya orangnya talk less do less. Positive thinking, I’ll change it. Saya suka perubahan. Kemudian Saya tidak suka dikibuli, jadi saya berusaha untuk jujur, karena orang lain pun sama dengan saya, tidak ingin dibohongi. Then,Sederhana karena keadaan, tapi saya benar-benar suka hidup sederhana. Gak suka gengsi-gengsian. Saya suka mempunyai banyak teman, tapi kadang malu untuk memulainya. Saya suka sesuatu yang lucu, make a joke, yang rame pokoknya.
I have a dreammm.. menjadi kepala negara atau daerah, kalau enggak kepala keluarga aja deh, yang bisa jadi suri tauladan bagi yang lain. .
that's it, a little bit about me..
Minggu, 03 April 2011
Sahabat Pemetik Janji Surga
Segala pujian hanya milik Allah. Kita memohon pertolongan-Nya, memuji-Nya, meminta ampunan-Nya, dan berlindung kepada-Nya dari kejelekan diri dan amal kita. Barangsiapa diberi peunjuk oleh Allah, tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang dissatkan Allah, tidak ada yang bisa memberi petunjuk kepadanya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-nya dan aku beraksi bahwa muhammad adalah utusan Allah.
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam." (Al-imran: 102)
" Wahai manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian satu jiwa, kemudiam menciptakan darinya pasangannya dan memperkembangbiakan dari keduanya laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang kalian saling meminta karena-Nya dan memelihara hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah Maha Menguasai terhadap kalian." (An-Nisaa: 1)
Sebaik-baik manusia setelah para nabi adalah para sahabat Nabi Muhammad yang telah mendapat kabar gembira bahwa mereka akan masuk ke dalam surga.
Mereka berhak mendapatkan kabar gembira itu karena mereka beramal untuk Allah, ihklas bagi-Nya dalam beramal, sehingga Allah berikan balasan yang baik di dunia dan memberi mereka kabar gembira melalui lisan Rasul-Nya bahwa mereka akan mendapatkan surga di akhirat nanti.
Diantara kewajiban kita terhadap para pendahulu kita yang shalih ( salafus shalih), yang telah Allah ridhai dan mereka pun ridha kepada Allah adalah mengenal keberadaan mereka, mengikuti perbuatan mereka dan berjalan di atas jalan mereka dan mengucapkan rhadiyallahhuanhu(semoga Allah meridhai mereka) ketika menyebut nama mereka.
Dalam posting kali ini, Saya akan bercerita tentang sepuluh orang yang diberi kabar genbira dengan surga. Mereka adalah manusia terbaik setelah para nabi, dan orang-orang yang paling utama di antara para sahabat yang pertama kali masuk Islam.
Ya Allah janganlah Engkau haramkan kami ari mendapatkan pahala seperti pahala mereka, janganlah Engkau timpakan fitnah kepada kami sepeninggal mereka, dan berikan ampunan kepada kami dan kepada mereka.
Salah seorang sahabat Rasul, Abdurrahman bin 'Auf rhadiallahhuanhu pernah mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:
" Abu bakar di surga, Umar bin Al Khatab di surga, Ustman bin 'Affan di surga, Ali bin Abi Thalib di surga, Thalhah di surga, Az Zubair di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa'ad bin Abi Waqqash di surga, Sa'id di surga, Abu 'ubaidah ibnul Jarrah di surga."
Mereka itulah sepuluh orang yang diberi kabar gembira oleh Nabi saw bahwa mereka akan menjadi penghuni surga.
Lalu apa sesungguhnya amalan mereka sehingga mencapai keutamaan yang begitu besar?
Apa amalan kebaikan mereka yang paling besar?
Apa yang bisa kita pelajari dari diri mereka?
Insya Allah posting selanjutnya akan membahas satu persatu Sahabat-sahabat yang mulia tersebut.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-nya dan aku beraksi bahwa muhammad adalah utusan Allah.
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam." (Al-imran: 102)
" Wahai manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian satu jiwa, kemudiam menciptakan darinya pasangannya dan memperkembangbiakan dari keduanya laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang kalian saling meminta karena-Nya dan memelihara hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah Maha Menguasai terhadap kalian." (An-Nisaa: 1)
Sebaik-baik manusia setelah para nabi adalah para sahabat Nabi Muhammad yang telah mendapat kabar gembira bahwa mereka akan masuk ke dalam surga.
Mereka berhak mendapatkan kabar gembira itu karena mereka beramal untuk Allah, ihklas bagi-Nya dalam beramal, sehingga Allah berikan balasan yang baik di dunia dan memberi mereka kabar gembira melalui lisan Rasul-Nya bahwa mereka akan mendapatkan surga di akhirat nanti.
Diantara kewajiban kita terhadap para pendahulu kita yang shalih ( salafus shalih), yang telah Allah ridhai dan mereka pun ridha kepada Allah adalah mengenal keberadaan mereka, mengikuti perbuatan mereka dan berjalan di atas jalan mereka dan mengucapkan rhadiyallahhuanhu(semoga Allah meridhai mereka) ketika menyebut nama mereka.
Dalam posting kali ini, Saya akan bercerita tentang sepuluh orang yang diberi kabar genbira dengan surga. Mereka adalah manusia terbaik setelah para nabi, dan orang-orang yang paling utama di antara para sahabat yang pertama kali masuk Islam.
Ya Allah janganlah Engkau haramkan kami ari mendapatkan pahala seperti pahala mereka, janganlah Engkau timpakan fitnah kepada kami sepeninggal mereka, dan berikan ampunan kepada kami dan kepada mereka.
Salah seorang sahabat Rasul, Abdurrahman bin 'Auf rhadiallahhuanhu pernah mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:
" Abu bakar di surga, Umar bin Al Khatab di surga, Ustman bin 'Affan di surga, Ali bin Abi Thalib di surga, Thalhah di surga, Az Zubair di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa'ad bin Abi Waqqash di surga, Sa'id di surga, Abu 'ubaidah ibnul Jarrah di surga."
Mereka itulah sepuluh orang yang diberi kabar gembira oleh Nabi saw bahwa mereka akan menjadi penghuni surga.
Lalu apa sesungguhnya amalan mereka sehingga mencapai keutamaan yang begitu besar?
Apa amalan kebaikan mereka yang paling besar?
Apa yang bisa kita pelajari dari diri mereka?
Insya Allah posting selanjutnya akan membahas satu persatu Sahabat-sahabat yang mulia tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)